• Sabtu, 22 Januari 2022

Asal Mula Nama Nasi Jamblang, Makanan 'Alakadarnya' Khas Cirebon

- Kamis, 13 Januari 2022 | 22:12 WIB
Asal Mula Nama Nasi Jamblang, Makanan  'Alakadarnya' Khas Cirebon (nuansasinar.com/instagram)
Asal Mula Nama Nasi Jamblang, Makanan 'Alakadarnya' Khas Cirebon (nuansasinar.com/instagram)



nuansasinar.com - Nasi Jamblang atau nama daerah tersebut adalah Sega Jamblang (istilah bahasa Cirebon). Sega berarti Nasi, dan Jamblang adalah nama daerah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Bagi yang belum pernah kedaerah itu mungkin belum tau, Cirebon yang terkenal dengan kota udang mempunyai banyak beragam kuliner, termasuk Sega Jamblang/Nasi Jamblang. Bagi orang yang sudah biasa melintas di jalan Pantura, antara perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, mungkin sudah merasakan makan "alakadarnya" ciri khas daerah Cirebon.

Penampilan dan penyajian dari Nasi Jamblang sangat unik dan tidak akan anda dapatkan di daerah lain. Nasi Jamblang mempunyai menu yang sederhana.

Baca Juga: Mengenal Kopi Kawa Daun, Seduhan Kopi Yang Berasal Dari Daun Kopi Lengkap Dengan Sejarah dan Cara Pengolahan

Menu tersebut seperti: goreng tempe dan tahu, perkedel kentang, perkedel daging, panjeulan (ikan asin cucut), sate usus komplit jeroan, sate kentang, gepuk hati kerbau, blakutak (cumi tinta hitam), pepes usus, pepes tahu, tempe tahu bacem, dendeng, sayur tahu, dan yang paling enak adalah sambel gorengnya yang mempunyai rasa khas.

Yang paling unik dari Nasi Jamblang adalah cara penyajian yang khas, nasi selalu dibungkus dengan daun jati. Bungkus daun jati tersebut dibuka dan daun itulah yang di jadikan alas layaknya piring. Daun jati memiliki aroma yang khas, terasa disaat kita menikmati Nasi Jamblang.

Kenapa alasnya daun jati? karena dari jaman penjajahan Belanda sampai Jepang, masyarakat Cirebon tidak mempunyai pinggan (piring makan). Masyarakat Cirebon dari jaman nenek moyang menggunakan alas buat makan piring dari tanah liat atau daun pisang, daun waru, daun kelapa yang disulam, dan juga daun jati.

Baca Juga: 5 Budaya Berbeda di Negara, Makin Gendut Makin Cantik

Dan hanya dengan daun jati lah ketahanan nasi bisa awet lebih lama, tidak mudah basi, nasi akan selalu enak dan pulen. Waktu dijaman penjajahan, banyak orang dari daerah Jamblang yang diperkerjakan ke Pelabuhan, pembukaan jalan raya, tambang batu, jadi petani tebu dan pengangkut tebu.

Dari situlah masyarakat Jamblang yang mau bekerja kemanapun dia selalu dibekali dengan nasi bungkus dengan daun jati, karena daun jati bisa membuat lebih tahan dan tidak bau walaupun satu hari penuh.

Halaman:

Editor: Soni Somantri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5W 1H Formula Untuk Membuat Berita Beserta Contohnya

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:39 WIB

Liburan Telah Tiba? Mendaki Pilihannya!

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:30 WIB

Aktor Muda Terjerat Hukum Kembali

Sabtu, 8 Januari 2022 | 18:45 WIB

Philodendron Tanaman Hias dari Suku Araceae

Sabtu, 8 Januari 2022 | 03:44 WIB

Misteri Hantu Aden-aden, Slenderman Versi Sunda

Kamis, 6 Januari 2022 | 21:30 WIB

Rokok Tidak Membunuh Mu

Rabu, 5 Januari 2022 | 17:48 WIB

Emha Ainun Najib: Snowball of Gontor

Selasa, 4 Januari 2022 | 20:46 WIB

Gubernur Jabar Bergaya Ariel Noah

Selasa, 4 Januari 2022 | 19:59 WIB

Profil Aktris Sinetron yang Terjerat Prostitusi

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:06 WIB
X