Nuansasinar.Com-Terbaru bahasa sunda maneh menjadi trending topic di twitter, sebab kritikan seorang guru.
Kendati, seorang guru di Cirebon terpaksa harus dihapus dari Dapodik karena kritik.
Kolom komentar itu menjadi viral di kanal media sosial, dan menuai banyak kontoversi.
Klarifikasi Ridwan Kamil gubernur Jawa Barat mengenai pemecatan guru honorer tersebut, termakhtub dalam unggahan resmi 15/03/2023.
Baca Juga: Bahasan Budaya Sunda: Benarkah Prabu Siliwangi Memeluk Islam, Maka Kisah Kian Santang Tidak Ada?
Seperti kita ketahui bahwa bahasa merupakan instrumen penting dalam kehidupan, bahasa lahir sebagai kebutuhan manusia dalam berkomunikasi.
Ridwan Kamil merasa kata ‘maneh’, tidak sopan untuk dilayangkan.
Dalam kebudayaan Sunda terdapat hirarki struktur bahasa, guna kategorisasi kelas sosial.
- Naskah Kuno
Bukti lain mengenai sejarah undak unduk basa, ditulis sebuah naskah kuno sebelum abad 17 Carita Parahyangan, kiranya abad 16 percakapan Ki Patih dan Batara Dangiang Guru.
“Sadatangna sang apatih ka Galunggung, carek batara ngiang guru:
Naha beja siya sang apatih?”
“Pun, kami dititah ku Rahyang Sanjaya menta diparentaheun Adi Rahyang Sanjaya Purbasora.”
Seaindainya undak usuk bahasa sudah ada, mustahil seorang Patih berbicara kasar pada seorang Batara. (Taufik Faturohman, 1982:49-50) dalam buku Tatabasa Sunda.
- Budi Dalton
Sosok satu ini merupakan budayawan terkemuka, banyak pemikiran antitesis mengenai Sunda.
Artikel Terkait
5 Pamali Sunda Versi Kampung Adat Cikondang Jawa Barat
Bahasan Budaya Sunda: Apa Agama Prabu Siliwangi? Ini Menurut Prasasti Kabantenan
Bahasan Budaya Sunda: Benarkah Prabu Siliwangi Memeluk Islam, Maka Kisah Kian Santang Tidak Ada?
Lirik Lagu Kunaon Anjeun Kawih Pop Sunda, Naha Bulan nu Ngempray Nyaangan
Bahasan Budaya Sunda: Masih Ingat Kelompok Sunda Empire? Ditemukan Fakta Baru!
Profil Babeh Berlin Maestro Kendang Sunda, Ternyata Ini Asal Usul Namanya!