Kang Wins: Empat Pilar Suatu Negara Harus Tegak, Mustahil Wilayah Itu Sejahtera dan Makmur

Bandung, MNS-Kang Erwin membuka selebar-lebarnya masyarakat luas untuk bergabung jadi kader PKB Kota Bandung lewat PAC hingga Ranting PKB langsung diukur untuk baju dan dikasih SK.

(8/5/2021).

Syaratnya mudah untuk bergabung yaitu tekad keinginan kuat membangun bangsa lewat partai politik-politik sebagai wadah aspirasi anda semua di panggung politik.

Adapun usia 17 tahun atau sudah menikah hingga usia lanjut yang ingin bergabung. Kang Erwin utarakan juga akan disinergikan dengan keanggotaan Koperasi Bandung Wins Berkah sebagai pemberdayaan dan kemanfaatan serta kesejahteraan anggotanya dalam berwira usaha, UMKM, produksi rumahan hingga apapun potensi yang bisa diberdayakan untuk dikembangkan.

"Insyaallah kami berpartai untuk kemaslahatan umat dunia dan akhirat. Jika ingin maju dan berbuat baik kepada agama, umat, bangsa dan negara Indonesia serta kesejahteraan harus jadi penguasa agar kebijakan untuk itu bisa kita implementasikan," jelas kang Erwin di Masjid Jami Al Jariyah, usai Acara Penutupan Pesantren Kilat Santri/Santriawati di RW 10 Babakansari, Kiaracandong, Bajalan Wuluku Raya no 15 RW 10 Babakan Sari, Bandung, Sabtu (8/6/2021).

Kang Erwin menyebutkan bahwa Insyaallah masuk PKB adalah keberkahan. "PKB lahir atas doa dan munajat para ulama kepada Allah SWT dengan membacakan Al-Qur'an surat Al Kahfi 41 kali dan surat At Taubah 41 kali dalam sejarah pendiriannya hasil mujahaddah," terangnya.

Lanjut Kang Erwin mengatakan politik itu bagi saya adalah ibadah dan hidup saya didedikasikan untuk kemanfaatan umat dan semesta. "Ada empat pilar menurut hadist tegaknya suatu wilayah yaitu ilmunya para ulama, para pemimpin yang adil, dermawannya orang kaya dan rakyat," ungkapnya.

"Jika keempat pilar itu tegak berdiri dan ada serta saling sinergi maka tidak mustahil wilayah itu sejahtera dan makmur," pungkasnya.

author
No Response

Leave a reply "Kang Wins: Empat Pilar Suatu Negara Harus Tegak, Mustahil Wilayah Itu Sejahtera dan Makmur"