• Selasa, 18 Januari 2022

Kasus Omnicron Meningkat, Pemerintah Melarang Bepergian Ke Luar Negeri

- Minggu, 2 Januari 2022 | 00:38 WIB
Pemerintah Melarang Bepergian Ke Luar Negari, Mencegah Penularan Kasus Omnicron (Image/freepik-kjpargeter)
Pemerintah Melarang Bepergian Ke Luar Negari, Mencegah Penularan Kasus Omnicron (Image/freepik-kjpargeter)

Jakarta, nuansasinar.com - Pemerintah melarang untuk para pelaku perjalan ke luar negeri guna mencegah penularan kasus Omnicron di Indonesia. karena Sekarang kasus Omnicron di Indonesia sudah ada 68 kasus baru perihal kasus Omnicron tersebut.

Dr.Siti Nadia Tarmidzi sebagai juru bicara kementerian kesehatan mengungkapkan ada 68 Kasus baru terkait kasus Omnicron, berasal dari para pelaku yang melakukan Perjalanan Luar Negeri dan diantaranya 11 orang merupakan berasal dari Warga Negara Asing yang masuk ke Indonesia. Kini Kasus Omicron di Indonesia bertambah menjadi 68 orang, Untuk sekarang jumlah total kasus hasil dari Konfirmasi berjumlah kurang lebih sebanya 136 orang.

''Semua kasus Omnicron ini merupakan dari pelaku perjalanan luar negeri, berasal dari negara yang berdatangan dan yang paling terbanyak berasal dari Negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Turki.'' Ujar Dr. Siti. (30/12)

Baca Juga: Tagar 'Percuma Lapor Polisi' Viral, Kapolri Ungkap Permintaan Maaf

Dari jumlah 68 Kasus yang telah terkonfirmasi Omicron tersebut berjumlah sebanyak 29 orang yang tidak mempunyai gejala apa pun, sekitar 29 orang yang sakit dengan mempunyai gejala ringan, 9 orang lainnya tanpa keterangan dan 1(satu) orang yang sakit dengan memiliki gejala sedang.

Hasil dari Data WHO untuk penghitungan atau prediksi peningkatan terkait kasus akibat Omicron tersebut, jika dibandingkan dengan virus covid-19 Varian Delta dan dipertimbangkan dengan tingkat penularan serta risiko keparahannya, maka didapatkan hasil bahwa suatu kemungkinan akan terjadi suatu peningkatan penambahan kasus yang sangat cepat sekali Di akibat dari kasus Omicron. Namun diiringi dengan tingkat penggunaan tempat tidur di beberapa rumah sakit atau ruang ICU yang lebih rendah dibandingkan dengan periode kasus covid-19 Varian Delta.


Varian Omicron memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, namun dengan resiko sakit berat yang sangat rendah. masyarakat harus tetap waspada sebab dalam situasi begini mungkin dapat berubah dengan cepat. Oleh sebab itu upaya untuk pengendalian, pencegahannya dan upaya mitigasi harus tetap berjalan dengan efektif.

Baca Juga: Inilah Tanda Kulitmu Sedang Stress dan Kelelahan

Dr. Nadia pun memberikan suatu himbauan kepada masyarakat, agar bisa menahan diri untuk tidak melakukan bepergian ke negara - negara luar, karena Omnicron mempunyai transmisi penularan yang sangat tinggi.

Halaman:

Editor: Soni Somantri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kolaborasi antar Ceu Piyah dan Pengamen Biola Jalanan

Minggu, 16 Januari 2022 | 23:26 WIB
X