Dilan PB PARFI Upaya Membangkitkan Kembali Eksistensi Organisasi dan Badan Perfilman Indonesia

banner 160x600
banner 468x60

JAKARTA-Nuansasinar.com,- Hanya tiga minggu setelah PB PARFI melasanakan Rakernas Pertama di Lembang - Bandung, maka kemarin sudah kembali melakukan kegiatan yang dipandang oleh masyarakat Perfilman dan pemerintah ( departemen terkait ) sebagai upaya terobosan membangkitkan kembali puluhan organisasi perfliman untuk kembali eksis,(27/03/2021).

PB PARFI yang bertindak sebagai host diskusi tri wulan (DILAN) ini mengundang KFT, RAI, BPI, Diknas, sinematek, Pafindo, DFI, Perfiki, Asosiasi Produser, dan stockholder perfilman yang notabene punya kepentingan dan misi yang sama. Hadir pula DR. Kemala Atmodjo, akhlis, ibu Yoesmawati.

Acara Diskusi yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PB PARFi Alicia Djohar yang dipandu oleh Sekretaris Umum Gusti Randa berjalan penuh kehangatan, saling adu argument dan paparan yang menarik. Tapi intinya sama sama saling mendukung terutama dalam revitalisasi undang - undang Perfilman no 33 tahun 2009. Hasil diskusi ini akan disampaikan kepada direktur Perfilman musik dan media baru Kemendikbud sebagai masukan untuk diperhatikan. Acara ini juga sebagai bagian dari rangkaian Hari Film Nasional dan HUT PARFI ke 65.

Kedepan Host diskusi Triwulan ini akan digilir kepada masing masing organisasi perfilman sehingga semua merasa ikut memiliki dan saling menyemangati.

Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua dan anggota DPO PARFI Pong Hardjatmo, Emma Febri, Ricky Hosada, Dinda Fitri serta Pengurus PB PARFI Evie Singh, Yetty Lorent, Sandra Naholo, Ismail Sofyan sani, Iran AR, Adhityawarman, Ocha Marsal, Maya Dhamayanti, Rizal Jibran, Ade Nurul, Hanna Widjaja, Yopie de Kock, Neta Gabrynev, Ibam dan Wasekum Syam L Fin.

(Dewi)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Dilan PB PARFI Upaya Membangkitkan Kembali Eksistensi Organisasi dan Badan Perfilman Indonesia"