Yayasan Plan Indonesia dan Ketua HAKLI NTT Apresiasi Program STBM Tengku Lese

RUTENGNTT,Nuansasinar.com,-Tim Yayasan Plan Internasional (Plan Indonesia) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) apresiasi program pendukung Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Tengku Lese Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

"Hasil verifikasi ODF STBM di Desa Tengku Lese ini hasil sangat luar biasa. Apresiasi disampaikan kepada pemerintah Desa atas semua program pendukung STBM desa ini melalui interfensi program jamban sehat. Persentase kesadaran masyarakat di sini terhadap pentingnya perilaku hidup itu kurang lebih 80 persen", cetusnya.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus HAKLI Provinsi NTT, Jhon Takesan, S.KM, M.Si, usai melaksanakan kegiatan verifikasi ODF STBM bersama tim Plan Indonesia di Desa Tengku Lese, Sabtu (29/5/2021).

Kepada segenap jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Tengku Lese dan Camat Rahong Utara serta sejumlah petugas pendamping lokal, Ketua AHKLI Provinsi NTT sekaligus tim verifikator ODF STBM Plan Indonesia itu menjelaskan STMB merupakan pendekatan untuk merubah perilaku hidup sehat dan bersih melalui kegiatan pemberdayaan.

"Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam hal ini memiliki target menurunkan kejadian kasus diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku hidup bersih," jelas Jhon Takesan.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah baik pada tingkat pusat, pemerintah tingkat Provinsi, Kabupaten/kota bahkan sampai di desa di pelosok tanah air. Sejak tahun 2016, Pemerintah Desa Tengku Lese juga turut serta ikut mendukung target capaian STMB itu.

Pj. Kepala Desa Tengku Lese Salesius Ebot menjelaskan bahwa melalui program jamban sehat, pemerintah desa mendorong masyarakat agar memiliki akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).

Pemerintah Desa Tengku Lese juga sedang berupaya menumbuhkan kesadaran warga terhadap pentingnya perilaku hidup bersih. Upaya Pemdes itu dilakukan dengan cara memicu warga untuk membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan di pinggir-pinggir jalan di desa itu.

Ia menersngkan jumlah Kepala Keluarga (KK) Desa Tengku Lese sendiri sebanyak 607 KK yang terdiri dari 88 KK perempuan dan 588 KK laki-laki. Sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 2.340 jiwa dengan rincian laki-laki sebanyak1.140 jiwa dan perempuan sebanyak 1.200 jiwa," jelas Salesius.

"Dari total jumlah tersebut sebanyak 397 KK tercatat sebagai KK miskin serta 28 orang warga tergolong kelompok disabilitas atau kelompok berkebutuhan khusus," terang Pj. Kades Tengku Lese.

Salesius menerangkan jumlah rumah warga sebanyak 472 unit, menyebar di 4 wilayah dusun dengan rincian sebanyak:18 Uunit di dusun Munggis, 143 unit, dusun Pasa 103 unit, dusun Rangges 108 unit, dusun Bobong. Rumah adat sebanyak 5 unit. Sedangkan bangunan umum lainnya juga 5 unit.

"Sarana pendidikan 1 unit yaitu SDK Pasa. Sarana kesehatan terdiri dari Poskesdes di Dusun Bobong dan Puskesmas Pembantu di Dusun Munggis," ujar Salesius.

Selesius menjelaskan bahwa sejak tahun 2019 sampai tahun 2021 pemerintah Desa Tengku Lese melakukan sejumlah kegiatan pendukung capaian target STBM melalui interfensi program jamban sehat yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan juga bantuan dari pemerintah kabupaten Manggarai.

"Sebenarnya banyak kegiatan pemerintah desa Tengku Lese yang mendukung STBM melalui interfensi program jamban sehat
sejak tahun 2018 sampai 2021. Bantuan yang diberikan berupah material lokal dan material non lokal," kata Salesius.

Terdata sebanyak 70 unit jumlah jamban sehat dibangun menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tengku Lese dengan perincian tahun 2018 sebanyak 25 unit, tahun 2019 sebanyak 30 unit, tahun 2020 sebanyak 15 unit dan tahun 2021 sebanyak 20 unit.

Selain interfensi Dana Desa (DD) melalui APBDes, pemerintah kabupaten Manggarai juga memberikan bantuan berupa septick tank jamban sehat kepada warga. Terdata pada tahun 2018 sebanyak 50 unit, tahun 2020 sebanyak 60 unit.

Selain itu pemerintah desa Tengku Lese juga memberikan bantuan rumah layak huni sejumlah 65 unit sejak tahun 2016 sampai tahun 2021, "Bantuan rumah layak huni itu diberikan kepada warga berupah material lokal dan material non lokal," jelas Kades.

Selain itu Pj Kepada Desa Tengku Lese menjelaskan bahwa pemerintah Desa juga melakukan kegiatan pemberdayaan untuk menunjang keterampilan yang dimiliki para disabilitas atau kelompok berkebutuhan khusus di Desa tersebut.

"Pada tahun 2020, bantuan berupah bahan dan peralatan yang menunjang kegiatan para disabilitas yang memiliki keterampilan senilai Rp. 6.853.500 berupa bantaun bahan dan peralatan menyulam dan pembuatan Rosario," ungkapnya.

Sedangkan bagi anak disabilitas usia 0-7 tahun, Pemerintah desa membantu suplay gizi berupa susu dan jenis makanan tambahan lainnya.

"Bantuan berupa susu bagi anak disabilitas dengan bibir sumbing sejak lahir senilai Rp.1.500.000," tutupnya.

(Hendrikus Hatu)

author
No Response

Leave a reply "Yayasan Plan Indonesia dan Ketua HAKLI NTT Apresiasi Program STBM Tengku Lese"