Suami Istri Lestarikan Seni Tari Kudalumping Dijalanan

BEKASI,Nuansasinar.com,-Dua orang suami istri lestarikan Seni Tari Kuda Lumping, yang adalah bagian dari seni budaya Indonesia yang dahulu memiliki nilai yang sangat tinggi di tengah masyarakat.

Biasanya dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara hajatan di masyarakat seperti: Pernikahan dan Sunatan selalu menghadirkan seni kuda lumping, namun berjalannya dengan waktu dan sulitnya lahan pekerjaan sebagian seniman ini turun kejalan, untuk mengais rejeki, dengan menjajakan tarian ala kuda lumping, meskipun sebagian masyarakat ada yang perduli atau pun tidak perduli dengan keberadaan mereka.

Saat ditemui di tengah-tengah perempatan lampu merah yang tepat berada di Jl.Ra.Kartina kota Bekasi, Selasa (08/6/2021).

"Ini seni kuda lumping, Saya tidak memiliki keahlian, jadi hanya ini yang bisa saya lakukan, meskipun berpanas-panasan demi keluarga, Saya dan istri melakukan pekerjaan ini dari pukul 7.00 wib pagi sampai dzuhur dan Pukul 15.00 wib sore sampai magrib, yang penting halal dan berkah", tutur Mas Tajur dan istri yang juga seprofesi dengan membawa 2 orang anak nya yang masih berusia belia.

Terkadang Ironis sekali melihat seni budaya lambat laun tidak lagi jadi nilai yang berkelas, namun itulah yang terjadi di negeri kita ini, tidak adanya peluang pekerjaan sebagian dari kita menjalankan aktivitasnya dengan melakukan pentas di saat kendaraan sedang berhenti dan bahkan berjalan, yang bisa membawa dampak buruk bagi mereka.

Seni Tari Kuda Lumping Yang Tak Lagi Melengking

(Dian G4UL)

author
No Response

Leave a reply "Suami Istri Lestarikan Seni Tari Kudalumping Dijalanan"