PTSL Di Jember Diduga Jadi Lahan Pungli

No comment 83 views

JEMBER,Nuansasinar.com,-Program pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Gumukmas Kabupaten Jember, Jawa Timur diduga justru dimanfaatkan oleh oknum kepala desa (Kades) jadi lahan pungutan liar (Pungli) di tahun 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dilapangan, SJM (52) salah satu korban yang juga warga Desa Gumukmas mengatakan bahwa saat pengurusan pra PTSL, ia mengaku ditarik sejumlah uang.

“Saat itu, saya ditarik uang sebesar 300 ribu rupiah untuk pra PTSL.Dan saya baru tau klo yang resmi katanya 200 ribu,” katanya kepada awak media di Jember, Rabu (14/4/2021).

Ia juga mengkritik keras ulah mantan Kadesnya beserta kroni- kroninya itu.

“Kalau memang uang pra PTSL yang terkumpul hanya dihabiskan buat bancaan, betapa rendahnya moral pejabat kita. Orang yang kita pilih untuk jadi pimpinan justru malah mencelakai rakyat. Kembalikan itu uang rakyat,” tukasnya.

Salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan bahwa saat itu BW masih aktif menjabat sebagai kepala desa (Kades) Gumukmas ditahun 2020.

“Saat itu ada 2.000 bidang yang ikut dalam Program pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Gumukmas Kabupaten Jember, Jawa Timur, Dan BW adalah kadesnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa BW dengan terang-terangan mengambil uang yang dianggap jatahnya sekitar Rp 200 juta.

“Dari dana pra PTSL senilai 300 ribu rupiah, BW mengambil yang 100 ribu rupiah. Jadi asumsinya jumlah pengajuan PTSL 2000 bidang dikalikan 100 ribu rupiah sehingga muncul angka 200 juta rupiah,” ungkapnya.

Menurutnya, tuduhan tersebut bukan fitnah dan diketahui oleh semua anggota BPD yang berjumlah 9 orang.

Ia menambahkan, pada Bulan Desember 2020, seluruh anggota BPD mendapatkan bagian dari sisa dana pra PTSL masing-masing sebesar Rp 1 juta.

“Saat itu, Kami diberi uang 1 jutaan oleh Ketua Pokmas PTSL, dan setahu saya, semua perangkat desa juga mendapatkan bagian yang sama, 1 jutaan perorang. Kalau tidak percaya, saya siap di konfrotir dengan BW,” pungkasnya.

Di sisi lain, Nuril Anwar ketua Pokmas Desa Gumukmas, membenarkan tentang pungutan Rp 300 ribu perbidang, Namun dia enggan menjelaskan rincian biaya itu untuk apa saja.

“Soal rincian, karena ini masih belum tuntas, saya tidak bisa menjelaskan. Ketika sudah selesai nanti akan kita laporkan kepada yang berhak, dalam hal ini Kepala Desa,” ungkapnya.

Ketika awak kembali kembali menanyakan adanya subsidi dari pemerintah sebesar Rp 150 ribu rupiah per pengajuan atau perbidang, Ia mengakui bahwa dana tersebut belum cair.

“Sampai saat ini dana itu belum cair. Beruntung, untuk biaya pra PTSL, masyarakat tidak keberatan ditarik biaya. Jika tidak, tidak akan selesai sertipikasi ini,” dalihnya.

Sementara itu, Indrotito SH pengacara sekaligus Ketua Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI) menilai tindakan pungli yang diduga dilakukan BW adalah korupsi.

“Rangkaian perbuatan yang dilakukan BW sebagai Kades itu, menguatkan indikasi adanya dugaan tindak pidana korupsi. Karena dengan menyalahgunakan jabatan dan telah menguntungkan dirinya sendiri, orang lain atau golongan tertentu atau minimal ada indikasi perbuatan Pungli,” ucapnya.

Tito menjelaskan, ketika anggaran tidak ada atau belum cair, menurutnya jangan dilakukan tarikan yang tidak jelas peruntukannya, apalagi dengan merugikan rakyat.

“Pertanyaan saya, jika nanti dana tersebut cair, lantas akan dikemanakan? Digunakan untuk mengembalikan uang rakyat? Masih harus dipotong biaya macam-macam untuk administrasi, operasional dan lain-lain, sehingga tinggal sedikit atau malah habis sama sekali? atau dianggap rejeki Kepala Desa, Perangkat Desa, Anggota BPD dan Pokmas, dipakai bancaan lagi?,” pungkasnya sambil bertanya-tanya.

Ditempat berbeda,awak media mencoba menghubungi mantan Kades BW melalui WhatsApp, telepon seluler dan berusaha mendatangi rumahnya di Dusun Kebonan, Desa Gumukmas, Kabupaten Jember. Akan tetapi belum ada jawaban dan terkesan menghindar dari wartawan.

(Dian/Gusti/Myd)

author
No Response

Leave a reply "PTSL Di Jember Diduga Jadi Lahan Pungli"