Problematika Bupati dan Plt Dirut RSUD Dr. Fitra Hergyana Kabupaten Karawang

KARAWANG,Nuansasinar.com,-Terpilihnya Jubir satgas civid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama RSUD Karawang, mendapat Sorota Tajam Praktisi Hukum Kantor Hukum Ujang Suhana, SH & Rekan (Ujang Suhana, SH) Sabtu (5/6/2021)

"Penunjukan sekaligus pelantikan PLT Dirut RSUD Karawang pada tanggal 3 Juni 2021 yang menggantikan dr. Endang Suryadi kepada dr. Fitra Hergyana terlalu di paksakan, karena dr. Fitra Hergyana orang baru di angkat tahun 2020 sebagai PNS melalui pendaftaran tahun 2019, dan belum banyak pengalaman dalam bidang managerial perusahaan untuk menangani problematika permasalahan RSUD Karawang yang sampai saat ini menjadi bom waktu", kata Endang.S.

Sementara RSUD itu banyak permasalahan yang harus segera di selesaikan dengan baik dan benar karena selama RSUD berdiri apa yang telah di berikan dan di nikmati Rakyat Karawang dari RSUD yang ada banyak permasalahan baik dari sisi adminitrasi maupun dari sisi keuangan termasuk pelayanan.

"Pertanyaannya apakah di Kabupaten Karawang tidak ada dr. Senior yang mampu dan mumpuni serta memahami persolana dan permasalahan di RSUD Karawang yang kafabelitasnya mampu menangani persoalan sesuai bidangnya, apakah tidak ada IDI (Ikatan Dokter Indonesia) di karawang untuk di ajak bicara bareng dengan anggota DPRD sekalipun RSUD yang awalnya RSUD dari Lembaga struktural ke Lembaga Fungsional", tegasnya.

Sekarang sudah kembali menjadi Lembaga Struktural sekalipun untuk memberhentikan dan mengangkat Dirut RSUD merupakan kewenangan seorang Bupati akan tetapi seharusnya di laksanakan berdasarkan mekanisme rekruitmen yang benar, jelas, transparan sehingga akan mendapatkan seorang Dirut yang berkualitas mempunyai Kafabelitas, dan kredibelitas, serta Loyalitas yang mampu mengurai, menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan yang besar di RSUD.

Jadi menurut saya pengangkatan PLT Dirut RSUD Karawang kepada dr. Fitra Hergyana ini jadi terindikasi ada nepotismenya karena masyarakat tau siapa itu bupati Karawang dan siapa itu dr. Fitra Hergyana karena masih ada kaitan family yang akhirnya sekarang menuai polemik negatif dari beberapa pandangan baik tokoh masyarakat, LSM, ORMAS terhadap kebijakan yang di lakukan oleh Bupati Karawang.

Bahwa sekalipun dr. Fitra Hergyana selaku juru bicara covid-19 dimana letak keberhasilannya dan sejauh mana profesionalisme dalam menangani kasus covid-19 di Karawang dan sampai sejauh ini hanya menghabiskan dana APBD begitu besar dan tidak jelas pemakaian serta peruntukannya dan terindikasi malah jadi bancakan, jadi apa yang di lakukan dan di laksanakan Bupati Karawang mengangkat dr. Fitra Hergyana menjadi PLT Dirut RSUD Karawang (dr, Cellica Nurachadiana).

"Terkesan ada unsur Nepotisme dan Kolusinya karena Bupati dan dr. Fitra Hergyana masih ada hubungan family (Saudara Sepupu)," ujar Endang

Dengan di angkatnya dr. Fitra Hergyana menjadi PLT Dirut RSUD karawang bukan menyelesaikan permasalahan yang lama terpendam seperti bom waktu tetapi akan menimbulkan permasalahan baru seperti menyimpan geranat yang terkelupas dari katupnya dan sangat tidak tepat kebijakan ini di lakukan Bupati Karawang sekalipun saya ulangi ini merupakan kewenangan Bupati untuk mengangkat dan memberhentikan se orang Dirut di RSUD Karawang.

Saya tegaskan dengan jelas bahwa dr. Fitra Hergyana adalah sepupu Bupati Karawang, kedua dr. Fitra Hergyana adalah orang yang baru lulus PNS tahun kemarin, dan ketiga masih banyak dr, senior yang lebih faham, dan mumpuni untuk mengurai permasalahan di RSUD Karawang dan bahkan yang jadi pertanyaan besar sampai saat ini belum terjawab.

"Apa hubungannya beberapa tahun lalu dr. Fitra Hergyana specialis ahli kulit sebagai penyuplai alat kecantikan ke RSUD Karawang dan sekarang menjadi PLT Dirut RSUD Karawang ?", pungkasnya.

(MN)

author
No Response

Leave a reply "Problematika Bupati dan Plt Dirut RSUD Dr. Fitra Hergyana Kabupaten Karawang"