Kerukunan Hidup Umat Beragama Menguatkan Toleransi di Tengah Masyarakat

LABUANBAJO,Nuansasinar.com,-Peletakan Batu Pertama Bangunan Kapela St. Yosef Fernandez Nisar, Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan Kabupaten Manggarai Barat Flores Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/05/2021).

Fadil Mubaraq, kelahiran Nanga Bere 1997, Mahasiswa Ekowisata Labuan Bajo menyampaikan kepada media pada 20-05-2021 pkl 09.00 Wit. Melalui Via Wadshap Menyampaikan bahwa dalam Peletakan batu pertama di Hadiri Pastor Paroki Nunang Dekenat Labuan Bajo Keuspan Ruteng, Tokoh Umat, Dewan Stasi, Tokoh umat, Tokoh Adat dan Budaya Tokoh muda, Katholik Stasi St. Yosef Fernandez Nisar, dan Tokoh Umat Muslim, semuanya hadir dalam melaksanakan peletakan batu pertama bangunan Kapela Stasi St. Yosef Fernandez Nisar Paroki Nunang.

Fadil, menyampaikan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, ras dan istiadat. Kemajemukan tersebut suatu kenyataan yang patut di syukuri sebagai kenyataan bangsa ungkapnya.

"Keanekaragaman agama menjadi kekuatan bangsa apabila agama-agama mengakui prinsip umum sebagai landasan bersama demi terciptanya kehidupan yang rukun", ucapnya.

Bangsa Indonesia sering dihadapkan pada persolan agama di kalangan umat beragama jelasnya.

"Apalagi, masalah merupakan salah satu masalah yang sangat peka yang sensitif, sebab terjadinya suatu masalah sosial akan semakin ruwet jika masalah sosial tersebut menyangkut pada masalah kehidupan beragama", ungkapnya.

"Salah satu fungsi agama adalah memupuk persaudaraan umat manusia yang tercerai berai, (Hendropuspito, 1984:169)", jelasnya.

Kampung Nisar Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor, Selatan Kabupaten Manggarai Barat Flores NTT, adalah sebuah Desa dengan mayoritas Muslim. Sikap toleransi antara umat begitu terlihat dalam berkehidupan.

"Toleransi berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat", katanya.

Beberapa tahun belakangan toleransi umat beragama dalam wilayah ini di buktikan sikap gotong royong.

"Pendirian rumah ibadat misalnya menjadi contoh penting ketika berbicara tentang kerukunan umat beragama." Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan masyarakat dalam wilayah atau sebuah kampung sehingga dalam pelaksanaan lebih cepat. Selain itu adanya suatu dengan yang lain.

Fadil Mubaraq kelahiran 1997 Nanga Bere Menyampaikan dalam pelaksanaan pelatakan batu pertama kapela St. Yosef Fernandez yang berdiri di samping Kapela yang lama dengan ukuran 25x14 meter persegi.

Dalam kegiatan pelatakan batu pertama Kapela St. Yosef Fernandez Nisar, semua tokoh umat Nasrani maupun Muslim bersama membahu sebagai bentuk solidaritas dalam kehidupan antara agama.

Kegiatan ini juga sama pada saat pembangunan Masjid di setiap anak kampung yang sudah kami bangun melalui gotong royong sudah melekat dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat sejak dahulu Terang Fadil.

Kegiatan besar ataupun kecil dalam pembangunan wajib untuk saling membantu dan melengkapi ini adalah dalam salah satu bentuk toleransi dan kebersamaan antara umat beragama.

Wujud toleransi lainnya juga dalam kegiatan keagamaan yang saling menghormati di saat masyarakat beribadah di rumah ibadah masing-masing.

"Nama kampung Nisar, yang sangat familiar untuk Desa Nanga Bere sangat menjunjung tinggi sikap menghargai dan sikap gotong royong demi kepentingan bersama masyarakat Wilayah Nisar", tuturnya.

Kerukunan hidup umat beragama merupakan suatu sara penting dalam menjamin sosial Integrasi Nasional, sekaligus merupakan kebutuhan dalam rangka menciptakan stabilitas yang diperlukan bagi proses pencapaian masyarakat Indonesia yang bersatu dan damai.

Kerukunan umat beragama dapat terjadi apabila di antara pemeluk agama merasa saling membutuhkan, saling menghargai perbedaan, saling tolong menolong, saling membantu dan mampu menyatukan pendapat.

"Dampak Positifnya kita saling mengenal satu sama lain dan tujuannya agar keakraban tetap terjaga", ujarnya.

Fadil Berharap, peran kita sebagai generasi penerus bangsa ialah menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi agar mampu menjaga kesatuan dan kedaulatan Negara Indonesia ini dari perpecahan dari toleransi antara Umat beragama tutupnya.

(Kasmiryanus)

author
No Response

Leave a reply "Kerukunan Hidup Umat Beragama Menguatkan Toleransi di Tengah Masyarakat"