Diduga Ajay Telah Menerima Uang Kompensasi Pembuatan IMB dari PT. Leuwitex Sebesar 1,2 M

CIMAHI,Nuansasinar.com,-Pengadaan alkes RSUD Cibabat Cimahi dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) proyek pembangunan pabrik PT. Leuwitex Jaya dibahas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Sidang lanjutan Ajay M Priatna Walikota Cimahi Non Aktif, pada sidang yang digelar Pengadilan Negeri Tipikor Bandung. Senin (31/5/2021).

JPU KPK menghadirkan 5 saksi, diantaranya adalah : dr. Reri Marliah, MM Wadir Pelayanan RSUD Cibabat; Sri Wahyuni Kabid. Administrasi Umum RSUD Cibabat; Agus Subakti Direktur CV. Mitra Pratama; Itoh Suharto saksi pengadaan alkes; serta Karman Komar Manager Keuangan PT Leuwitex Jaya.

Dalam kasus pengadaan alkes RSUD Cibabat, senilai 2 M, menurut keterangan dr. Reri bahwa anggaran yang digunakan adalah anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

Reri menyebutkan bahwa dirinya dipanggil ke rumah Ajay dan diperkenalkan dengan Itoh Suharto yang diakui sebagai temannya, disana membahas tentang kebutuhan alkes.

Menindaklanjuti hasil pertemuan, Itoh disuruh Ajay untuk datang ke RSUD, dan dr. Reri mengarahkan untuk menghadap dr. As. Disisi lain Sri Wahyuni pun mengemukakan bahwa Itoh juga bertemu dengan dirinya sebelum melaksanakan proyek pengadaan alkes RSUD Cibabat.

Saksi bernama Agus Subakti, dikonfrontir pertanyaan terkait pinjaman Itoh berupa uang sebesar 3 M untuk memenuhi proses pelelangan Alkes RSUD Cibabat. Dalam kesaksiannya mencuatkan nama baru, yaitu Marsudi sebagai penandatangan kontrak pengadaan alkes, dengan nama perusahaan lainnya. Bahasan berlanjut pada dugaan adanya uang kompensasi sebesar Rp 1,2 Miliar diminta Ajay dalam pembuatan IMB PT. Leuwitex Jaya dengan saksi bernama Karman

Diakui Karman, dirinya dikenalkan kepada Ajay oleh Marshal Kontraktor Proyek Pembangunan PT. Leuwitex. Terkait permintaan kompensasi 1,2 M.

“Awalnya saya tidak setuju dengan nilai tinggi seperti itu, namun Mashal langsung berhubungan dengan bigbos PT. Leuwitex Jaya, Pak Lucky. Saya gak bisa berbuat apa-apa, karena kata Marshal sebagai buang sial,” ulasnya.

Saat JPU mendesak apakah uang kompensasi sudah lunas senilai 1,2 Milyar tersebut. Karman mengaku bahwa uang tersebut sudah dilunasi melalui Marshal, penagihannya disatukan dengan pembayaran uang pembayaran proyek.

Dalam bantahan Ajay kepada hakim, dirinya menyanggah telah menerima uang kompensasi pembuatan IMB dari PT. Leuwitex sebesar Rp 1,2 Miliar.

“Yang Mulia, jujur saja saya tidak tahu menahu masalah uang konpensasi sebesar Rp 1,2 Miliar, bahkan yang namanya masalah pembuatan Izin Mendirikan Bangunan, itu bukan kewenangan saya, itu kewenangan dinas terkait DPMPTSP, bahkan dengan Marshal pun saya tidak kenal, apalagi saya menerima uang sebesar itu, saya tidak pernah menerimanya”, ungkapnya Ajay.

Saat dikonfirmasi seusai persidangan dirinya merasa didzolimi oleh orang-orang yang memberikan kesaksian palsu.

“Sekarang kita limpahkan saja pada hukum, Allah SWT tidak tidur, mana yang salah dan mana yang benar nanti akan terbukti,” pungkasnya. 

(Red/Ttg)

author
No Response

Leave a reply "Diduga Ajay Telah Menerima Uang Kompensasi Pembuatan IMB dari PT. Leuwitex Sebesar 1,2 M"