Bantah Pengakuan Pendapat Satpol PP, Rapat DPRD Mabar Berujung Ricuh

banner 160x600
banner 468x60

LABUANBAJO,Nuansasinar.com,-Rapat dengar pendapat di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat diwarnai aksi saling bentak dan pukul meja sehingga aksi tersebut nyaris saja berlanjut saling adu jotos antara peserta rapat. pada, Rabu (28/4/2021).

Kericuhan ini berawal ketika pemimpin sidang, Darius Angkur memberikan kesempatan kepada kepala satuan (kasat) Polisi Pamong praja (Pol PP) Manggarai Barat, Step Sulut untuk berbicara menanggapi beberapa pendapat soal peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal penertiban bangunan dan gedung didalam kota Labuan Bajo yang melanggar sepadan jalan.

Saat berbicara, Step Salut menuding pemilik bengkel di jalan Soekarno, Chandra dan Kuasa hukumnya, Iren Suryah berbohong dalam menyampaikan/memberikan pendapat.

"Sebenarnya saudara Chandra ini tidak jujur dan berbohong, kuasa hukumnya juga berbohong," Ungkap Step Salut dalam rapat tersebut.

Mendengar pertanyaan Step Salut tersebut, Iren Suryah langsung berdiri dari bangku yang ia duduki dan memukul meja sambil menunjuk Step Salut, Karena dirinya tidak terima dituding berbohong oleh Kasat Pol PP Manggarai Barat, Step Salut.

Anggota DPRD Manggarai Barat dan anggota Pol PP pun yang ikut rapat langsung serontak dan bangun dari tempat duduk lalu menunjuk nunjuk dan mengusir Iren Suryah keluar dari ruang sidang karena dianggap tidak menghargai anggota Dewan dan seluruh hadirin.

Situasi pun kian memanas, Melalui pengeras suara pemimpin sidang, Darius Angkur meminta Iren Suryah untuk keluar dari ruang sidang.

"Saya selaku pimpinan sidang meminta saudara Iren Suryah untuk segera keluar dari ruang sidang. Silahkan keluar karena anda tidak menghargai forum ini," Ujarnya.

Iren Suryah pun dikawal untuk keluar, sementara anggota Dewan lainnya masih ribut di dalam ruang sidang.

Kendati demikian, Sidang pun langsung ditutup oleh Darius Angkur karena kericuhan dan situasi semakin memanas.

Meskipun sidang sudah ditutup, namun di luar ruangan Sidang sempat adu mulut antara Step Salut dan Seinudin Feliks Parus.

Feliks Parus Hadir dalam rapat tersebut sebagai bagian dari Chandra. Feliks sempat mengeluarkan nada emosi kepada Step Sulut.

"Kenapa anda sebut sebut nama saya, maksud anda ini apa? Dari tadi anda sebut sebut nama saya," Ujarnya sambil mendekati Step Salut. melihat pertengkaran mulut tersebut anggota yang lain segera melerai.

Dijelaskan bahwa DPRD Manggarai Barat menggelar rapat dengar pendapat yang melibatkan Pol PP, Perumahan Rakyat, Dinas Tata Ruang, Dinas Perijinan, Pemilik Bengkel Chandra dan Kuasa Hukumnya, Iren Suryah.

Dalam rapat tersebut diinisiasi oleh Chandra yang diduga sebagai pihak korban diskriminasi oleh Pol PP dalam penindakan sejumlah bangunan dan gedung yang melanggar sepadan jalan.

Chandra merasa dirinya di diskriminasi dalam hal penertiban oleh Pol PP karena gedung dan bangunan lain di beberapa titik di Labuan Bajo tidak ditertibkan oleh Pol PP. Karena itu dirinya menginisiasi untuk membawa persoalan ini ke RDP (Remote Desktop Protokol) dengan Dewan Manggarai Barat.

Sayangnya, dalam rapat tersebut belum mencapai titik temu karena didahului dengan kericuhan sehingga Darius Angkur selaku pimpinan sidang segera mengambil keputusan untuk sidang ditutup.

(Dedimus Panggur)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Bantah Pengakuan Pendapat Satpol PP, Rapat DPRD Mabar Berujung Ricuh"