Bangunan Bumdes Pahang Asri Seperti Rumah Hantu

SUMSEL,Nuansasinar.com,-Anggaran dana desa (ADD) sudah sepatutnya diawasi oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum. Pasalnya, penggunaan anggaran tersebut sangat rentan dikorupsi oleh oknum kepala desa melalui pembangunan infrastruktur maupun biaya operasional lainnya.

Kali ini, masyarakat mempertanyakan pembangunan Gedung Bumdes Desa Pahang Asri kecamatan Bp. Pliung, Kabupaten Oku Timur, yang dilakukan oleh oknum mantan kades (Sy). Pasalnya, anggaran dan hasil pembangunan, menurut masyarakat setempat sangat tidak sesuai.

menurut keterangan dari masyarakat, pembangunan Gedung Bumdes Desa Pahang Asri yang di sinyalir dari tahun 2017 lalu hingga 2019 sarat korupsi. Hal itu terlihat dari hasil bangunan yang sangat tidak sesaui jika mengacu pada jumlah anggaran yang tidak sedikit di gelontorkan oleh pihak desa.

Rangka atap menggunakan kayu yang diduga jauh dari standar (RAB).
“Tidak perlu kita melihat bangunan sebagai kontraktor. Kacamata masyarakat awam saja sudah bisa tahu sesuai atau tidak dengan anggran sebesar Rp.300 juta tersebut. Kami masyarakat menduga mantan (oknum) Kades (Sy) sudah korupsi anggaran pembangunan. Saya yakin itu,” ujar salah satu masyarakat setempat, yang tidak mau di sebutkan nama nya.

lanjutnya, gedung yang tidak memiliki plafon, juga nyaris tanpa manfaat bagi masyarakat setempat sampai saat ini. Untuk itu, masyarakat menilai pembangunan ini membuang anggaran yang semestinya bisa digunakan untuk membangun infrastruktur lain.

“Anda bisa lihat sendiri mas, bangunan tidak ada plafon kayak itu. kalauSaya dikasih anggaran segitu besar nya, saya bisa bangun dua gedung dengan model yang sama. Sampai sekarang juga, manfaat buat masyarakat juga tidak ada. Jadi untuk apa, lebih baik bangun yang lain, yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dugaan korupsi semakin kuat terlihat, lanjutnya, saat oknum kades kala itu meminta bangunan tersebut di bangun di atas lahan milik pribadi nya sendiri. Diduga hal itu ada niat terselubung untuk memperlancar aksi korupsi kedepannya.

“Anggaran sebesar Rp, 300juta itu kalau di manfaat kan benar-benar untuk bangunan, itu lebih dari cukup, bangunan saja di perkirakan habis sekitar 150/200 juta lalu yang 100 juta buat beli tanah supaya tanah nya resmi milik BUMDES, bukan milik pribadi kepala desa", ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, warga setempat meminta aparat penegak hukum segara menurunkan tim untuk melihat penggunaan anggaran yang terjadi di Desa Pahang Asri. Hal itu agar kedepan, berbagai pembangunan yang dilakukan Oknum Kepala Desa kedepan nya dapat bermanfaat bagi masyarakat bukan justru memperkaya diri.

“Saya sangat meminta aparat menurunkan Tim untuk turun ke lapangan, agar kedepannya pembangunan yang ada di desa Pahang Asri benar-benar dirasakan masyarakat, bukan malah memperkaya diri”, pungkasnya.

Saat awak media konfirmasi ke mantan kades (Sy) dengan nada lemah meminta tolong supaya pemberitaan tidak di lanjutkan, karena manusia tidak ada yang sempurna.

(feriansyah)

author
No Response

Leave a reply "Bangunan Bumdes Pahang Asri Seperti Rumah Hantu"