Wali Kota Bandung Sambangi Giat Sinergi YDSP, Komunitas Tionghoa Peduli, Pemkot dan Dinkes

banner 160x600
banner 468x60

Bandung, MNS-Komunitas Tionghoa dan YDSP tidak gentar menggaungkan kebaikan di masa pandemi Covid 19 ini, nyatanya Walikota Bandung pada Senin (15/03/2021), saambangi JL. Nana Rohana No. 37. Oded meninjau giat sinergitas berbagai macam elemen guna menyalurkan bantuan.

Komunitas warga keturunan Tionghoa berhimpun dalam sebuah wadah besar bernama Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP). Sejak Maret 2020 lalu terdata lebih dari 600 kali menyalurkan bantuan yang juga menyasar masyarakat umum di luar komunitas Tionghoa.

“Di awal pandemi 12 bulan lalu kita melihat keadaan sangat parah. Termasuk warga yang terdampak oleh pandemi. Kita kerjasama dengan TNI, Polri maupun Pemerintah Kota Bandung,” ucap Herman Wijaya, Ketua Yayasan Sosial Dana Priangan (YSDP) mewakili MTP, Senin (15 Maret 2021).

Herman menuturkan, hampir setiap pekannya MTP menyelenggarakan beragam kegiatan bakti sosial atau pun pemberian bantuan. Terutama saat awal-awal pandemi yang memberikan dampak secara signifikan.

Saat ini, MTP rutin memberikan bantuan berupa sembako. Selebihnya, MTP juga memberikan bantuan berupa kebutuhan yang berkaitan dengan keperluan medis atau kesehatan.

“Ditambah berbagai vitamin, APD buat tenaga medis juga petugas di lapangan baik TNI atau Polri. Apalagi saat di awal-awal itu APD sangat langka. Kita legkapi masker, sarung tangan dan segala macam agar mereka tidak rentan terpapar,” ujarnya.

Selain masyarakat umum dan petugas, Herman mengungkapkan bantuan MTP juga menyasar sejumlah pondok pesantren yang mengurus anak yatim. “Kemudian ke pesantren-pesantren yang memang menampung anak yatim sehingga mereka tidak bisa pulang. Kita mengerti yang dihadapi mereka berat sekali bebannya," tuturnya.

Perlu diketahui, MTP merupakan gabungan dari enam komunitas tionghoa. Baik itu berbentuk yayasan, paguyuban dan organisasi berbasis keturunan tionghoa lainnya.

Herman mengakui, masyarakat Tionghoa juga tak luput dari dampak pandemi Covid-19, khususnya di bidang ekonomi. Beberapa diantaranya pun terpaksa mengambil beragam langkah sulit untuk bisa bertahan dan memulai kembali bangkit.

“Banyak dari paguyuban dan yayasan-yayasan ini ekonominya susah. Pekerjaan kurang dan ada yang terpaksa harus PHK karyawannya,” ungkapnya.

Meski begitu, Herman beserta MTP sudah berkomitmen bahwa kolaborasi merupakan langkah ampuh untuk penanganan terhadap Covid-19. Harapannya, langkah MTP bisa menginspirasi pihak lainnya untuk bersama-sama melawan Covid-19.

“Ini mudah-mudahan bisa jadi contoh komunitas swasta lainnya membantu pemerintah. Mudah-mudahan Covid-19 cepat berlalu dan ekonomi kembali,” harap Herman.

(Humas Pemkot Bandung/Asep Pupu/ Faisal Red).

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Wali Kota Bandung Sambangi Giat Sinergi YDSP, Komunitas Tionghoa Peduli, Pemkot dan Dinkes"