Film Pendek ‘Polemik Pembubaran Hajatan dan Hiburan’

Karawang, Nuansasinar.com - Pelarangan acara hiburan di tempat hajatan itu seringkali kita temukan di berbagai desa yang ada di Karawang tidak dipungkiri juga bahwa memang ini kebijakan dari pusat sampai turun ke daerah sehingga seniman Karawang tak punya penghasilan.

Hal tersebut diungkapkan Iwan Karsiwan usai melounching Film Pendek berjudul Polemik Pembubaran Hajatan dan Hiburan yang dihadiri Sekda Karawang juga puluhan para seniman Karawang, bertempat di Rumah makan Alam Ceria pada Selasa malam 12 Oktober 2021.

Iwan memaparkan, di Kabupaten Karawang masyarakat dan para seniman juga sesungguhnya memahami tentang adanya kebijakan peraturan tersebut hanya di beberapa lokasi ditemukan adanya oknum dan masyarakat yang tidak memahami tentang kebijakan pemerintah sehingga dengan kondisi tersebut itu maka terjadilah acara pembubaran. Padahal menurutnya bila komunikasi berjalan dengan baik tidak akan terjadi pembubaran.

"Sesungguhnya ketika kita turun kelapangan kalau kita koordinasi dan komunikasi dengan baik dengan pihak RT-nya, Babinsa dan Babinkamtibmas, Lurahnya serta dengan satgas COVID-nya Insya Allah bisa dilaksanakan tanpa adanya pembubaran",ucap Iwan Karsiwan Ketua Persenika saat diwawancarai awak media.

Lebih lanjut Iwan memaparkan atas kekurangan informasi dan koordiansi masyarakat dengan pemerintah sehingga munculah arogansi, seolah-olah mereka paling benar dan akhirnya pembubaran terjadi. Atau seringnya terjadi kejadian tersebut iwan bersama Persenika berinisiatif membuat film pendek yang bernuansa komedi.

Baca Juga :

Buntut Kasus Momo Dhio Alief, Jurnalis Karawang Surati Dewan Pers

"Ini yang jadi persoalan berdasarkan temuan itu semua, maka kami berinisiatif membuat film ini menyampaikan kepada masyarakat serta seniman dan juga pemerintah bahwa sesungguhnya acara pembubaran itu harus melihat situasi,memakai prokes atau tidak jangan langsung di bubarkan", paparnya.

Baca Juga :  KKN Mahasiswa UBP Karawang Bersinergi Untuk Membangkitkan dan Mengembangkan Potensi Desa.

Ia pun menyarankan kepada yang menggelar hajatan termasuk seniman juga,mereka harus benar-benar menjaga prokes tersebut dan mentaati aturan yang berlaku.

"Nah kalau koordinasi nya itu semua dilaksanakan dengan baik serta diyakinkan kepada satgas bahwa acara tersebut mematuhi prokes, Insya Allah acara pembubaran ini sepertinya tidak akan terjadi",ucapnya.

Para seniman berharap kedepan bahwa implementasi dari peraturan yang ada ini tidak dibuat begitu ketat jangan sampai membuat masyarakat khawatir sehingga mereka tidak melakukan kegiatan acara hajatan itu.

"Sesuai dengan harapan-harapannya utamanya adalah bagaimana implementasi dari peraturan ini lebih bijaksana lebih proporsional,Alhamdulillah Kemarin sudah level 2 ,walaupun sekarang posisinya naik ke level 3 lagi, semoga implementasinya tidak seketat waktu-waktu sebelumnya dan harapan kita kembali kepada level 2 atau menjadi zona hijau", Harapnya. (Nung)

author
No Response

Leave a reply "Film Pendek ‘Polemik Pembubaran Hajatan dan Hiburan’"