Kang Emil Meminta Pemerintah Pusat Membatalkan Impor 1 juta Ton Beras

banner 160x600
banner 468x60

BANDUNG. Nuansasinar.com,-Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil menegaskan penolakan rencana pemerintah impor 1 juta ton beras, rencana tersebut dinilai akan mengancam kesejahteraan petani khususnya petani Jawabarat. Karena produksi beras di Jawabarat pada bulan maret dan bulan april mendatang di pastikan surplus serta sebentar lagi akan memasuki panen raya di wilayah Jawabarat.

Saat dikonfirmasi awak media di Gedung Sate Bandung. Pada Jum'at (19/03/2021). Ridwan kamil dalam pertemuannya melalui video conference bersama para Gapoktan se-Jawa Barat mengatakan, karena pasokan beras yang melimpah petani mengkhawatirkan akan berdampak membuat nilai beli oleh bulog menurun.

"Kalau dengan tiba-tiba pemerintah pusat mau impor beras, maka sudah bisa dibayangkan harganya akan kebanting, para petani yang sedang berjuang untuk mencari kesejahteraan ekonominya bisa menjadi hilang, maka kami menegaskan kan agar pemerintah pusat untuk membatalkan rencana impor beras. Sehubungan yang dilakukan pemerintah pusat bersamaan dengan surplus panen kita", ujar kang Emil sapaan akrabnya.

Penolakan rencana pemerintah impor beras yang dilakukan Gubernur jawa barat Ridwan kamil, karena berdasarkan mendapat keluhan dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Jawa Barat.

"Tadi saya mendapatkan curhat dari cirebon, biasa bulog beli 120.000 ton sampai 13.000 ton. sekarang menurun menjadi 21.000 ton. masa sudah banyak beras masih impor juga, kalau posisi krisis beras saya kira itu masuk akal, tapi ini surplus di jabar, rencana pemerintah pusat impor beras akan mengancam kesejahteraan ekonomi para petani yang tengah mengangkat derajat dan martabat melalui berbagai program yang telah di rancang oleh pemerintah provinsi jawabarat. Maka kami mengusulkan ke pemerintah pusat agar menunda impor beras dan memaksimalkan saja produk jawabarat yang melimpah", imbuhnya.

Penolakan ini menurut gubernur jawa barat Ridwan kamil berdasarkan pada Sila ke Lima Pancasila. Yaitu yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Artinya diharapkan adanya keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat indonesia tanpa membeda bedakan satu dengan yang lainnya.

"Maka dari itu kesejahteraan petani harus di nomer satu kan oleh pemerintah pusat maupun oleh negara. Sebab tanpa mereka para petani kita tidak ada apa apa nya, oleh karena itu untuk manajemen mengatur waktu dalam impor beras menjadi sangat penting, jangan sampai seperti sekarang pas panen raya ini. Justru itu nanti harga kebanting kan kasihan nasib para petani, sudah susah payah menyejahterakan petani. Dari pada impor beras, lebih baik membeli produk jawabarat yang melimpah lebih dari 300.000 ton", tandasnya.

Deputi bidang kordinasi pangan dan agribisnis musdhalifah machmud menyatakan, impor beras perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan sepanjang tahun 2021. Sehingga tidak menimbulkan gejolak sosial dan politik. Musdhalifah pun membenarkan ada surplus beras yang tidak merata disemua daerah.

"Surplus memang ada namun surplus hanya berada di 6 sampai 7 provinsi (centra produksi) dan ada yang defisit, belum lagi wilayah yang berada di pulau pulau", ujar musdhalifah.

Musdhalifah pun menambahkan, bulog lah yang berperan penting untuk menyerap beras dari petani untuk di daerah yang surplus dan menyalurkan beras ke daerah yang defisit beras.

(Rakhmat sugianto)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Kang Emil Meminta Pemerintah Pusat Membatalkan Impor 1 juta Ton Beras"