Bupati Jember H. Hendy, Betapa Beratnya Kerja Keras Petani Ini Harus di Hargai Yang Sepadan

banner 160x600
banner 468x60

JEMBER,Nuansasinar.com,-Profesi menjadi petani memang harus sabar, telaten juga ulet. Bertanam merupakan proses panjang dan berliku hingga tiba masanya untuk penen. Dari pemilihan dan penyemaian bibit, menggemburkan tanah, memberi pupuk, menabur benih, membiarkan hujan memberikan kehidupan pada anak-anaknya.

Selang berapa minggu, si bibit mulai tumbuh. Namun, ada tanaman lain yang ikut tumbuh meski tak ikut ditanam. _“tak tandur pari tukule malah suket teki”_ ungkapan mendiang Pakde Didi Kempot. Rumput teki dan jajarannya itulah pencuri nutrisi tanaman. Petani harus menyiangi tanamannya dari flora pengganggu ini.

Belum lagi predator tanaman seperti wereng, ulat, burung, tikus atau jamur tanaman, yang oleh para ahli yang mempelajari makhluk hidup disebut memang cukup berat menjadi seorang petani. Dalam pidatonya Bupati Jember H.Hendy pada acara panen raya di Desa Dukuh Dempok beliau menyampaikan bahwa betapa beratnya jadi petani, kerja keras petani ini harus di hargai yang sepadan.

Mereka sudah panasan di bawah teriknya matahari,hasilnya juga harus cukup dan itu merupakan komitmen pada waktu kampanye kemarin. Dengan semangat KTNA ini memacu kita semua untuk kabupaten Jember menjadi hebat.

Menurut data Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, hingga saat ini Kabupaten Jember surplus beras hingga 200 ribu ton. Hal ini disampaikan oleh Bupati H.Hendy Siswanto dalam acara Panen Raya Padi Agro Solution yang diselenggarakan oleh Koperasi KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Indonesia bekerjasama dengan Pupuk Kaltim.

Acara yang digelar di Desa Dukuh Dempok Kecamatan Wuluhan turut dihadiri oleh Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman, Senior Executive Vice Presiden PT Pupuk Indonesia Gatoet G Noegroho, Kepala Cabang Bulog Subdivre Jember Budi Sutika, perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan OPD (organisasi perangkat daerah) Kabupaten Jember terkait.

“Kami akan dorong kab Jember sebagai lumbung padi nasional di Jawa Timur dengan target surplus tiap tahunnya,”tutur Bupati Hendy S.

Dalam kesempatan ini Bupati Jember H.Hendy Siswanto juga menegaskan ke depan petani di Jember tak boleh mengalami kerugian saat panen dengan stabilisasi harga jual yang menguntungkan petani Terlebih Bulog Subdivre Jember telah memberikan fasilitas di lima titik untuk pembelian padi hasil para petani.

Di singgung tentang persoalan pupuk beliau menyampaika Pemkab Jember dalam waktu dekat ini telah merencanakan pembuatan pabrik pupuk sendiri. Harapannya akan ada kerjasama dengan banyak pihak untuk mendorong minimnya keluhan petani atas kelangkaan atau tidak tersedianya pupuk di Kabupaten Jember.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlama petani di Jember harus penuh dengan inovatif agar dapat menciptakan produk dari hasil pertanian sehingga bisa menambah nilai jual atau memiliki hasil produksi selain komoditas padi, agar para petani lebih bervariatif nilainya secara ekonomi.

Setelah APBD selesai pemerintah Jember akan segera merealisasikan program kementerian pertanian untuk menanam jagung di lahan seluas 1000 hektare dan kami berharap para petani bisa memanfaatkan program ini dengan maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Senior Executive Vice Presiden PT Pupuk Indonesia Gatoet G Noegroho menyambut baik respon Pemkab Jember yang menjadikan sektor pertanian sebagai leading sector prioritas pembangunan Kabupaten Jember.

“Semua pihak harus bisa bekerjasama, termasuk dengan pihak universitas dan perguruan tinggi yang punya riset-riset untuk menaikkan produktivitas hasil pertanian yang hasilnya bisa meningkatkan kesejahteraan para petani,” kata Budi Sutika.

Kepala Cabang Bulog Subdivre Jember dalam kesempatan ini juga menyampaikan, bahwa tugas Bulog ke depan fokus pada stabilitas harga pangan menjelang bulan Ramadan dan saat ini Bulog Jember sudah menyerap 3.300 ton beras dan 200 ton untuk gabah dari para petani.

Kabupaten Jember merupakan serapan tertinggi di timur,namun kadangkala menjadi petani harus bersabar karena di saat musim tanam seringkali para petani mengeluhkan ketidak tersedianya pupuk yang cukup tapi bukan itu saja para petani juga mengeluhkan harga hasil panen yang tidak sesuai dengan harapan.

(Mlyd)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Bupati Jember H. Hendy, Betapa Beratnya Kerja Keras Petani Ini Harus di Hargai Yang Sepadan"