• Kamis, 29 September 2022

Komitmen Tekan Inflasi, Pemkab Buleleng Libatkan Petani Stabilkan Harga Cabai

- Rabu, 21 September 2022 | 18:21 WIB
Komitmen Tekan Inflasi, Pemkab Buleleng Libatkan Petani Stabilkan Harga Cabai (Wd)
Komitmen Tekan Inflasi, Pemkab Buleleng Libatkan Petani Stabilkan Harga Cabai (Wd)

Buleleng, Nuansasinar.com -Pemkab Buleleng melibatkan pihak petani dalam mengendalikan inflas, Komoditi cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar di Buleleng. Upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam pengendalian inflasi komoditi cabai di Kabupaten Buleleng membuahkan hasil dengan dukungan bibit dan pembelian hasil panen.

Petani menyambut baik upaya pemerintah karena mendapatkan penawaran harga yang menguntungkan melalui Perumda Arga Nayottama Buleleng. Hal itu diungkapkan oleh petani asal Desa Tambakan Wayan Renasa dari Kelompok Tani Lembu Nadi ditemui saat panen cabai, Rabu (21/9).

Lebih jauh dijelaskan oleh Renasa, kini dirinya berani untuk menanam cabai karena dari pemerintah dengan petani sudah melakukan perjanjian kerjasama pasca panen. Disaat harga fluktuaktif pemerintah siap menampung sesuai harga yang telah disepakati. ”Kemarin cabai besar harganya Rp.25.000.00 dan cabe rawit Rp.50. 000.00, mungkin sekarang sudah turun. Perkembangan harga cabai saat ini sudah lumayan bagus,” terangnya.

Baca Juga: Seorang Pengelola Sayuran keluhkan harga Jual Yang Belum Stabil Ini Alasan Para Petani

Selain kesepakatan harga, Renasa yang memiliki lahan cabai 40 are ini mengatakan sangat terbantu dengan bantuan bibit yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng sehingga mampu menekan biaya produksi cabai, ”Untuk pengembangan dikelompok kami tahun ini diberi bantuan bibit cabai besar dengan luasan lahan 5 hektar,” ungkapnya.


Sementara itu, sebagai aparatur berwenang wilayah Desa Tambakan I Putu Ariawan selaku Sekretaris Desa mengatakan, faktor inflasi khususnya cabai karena gagal panen akibat cuaca dan penyakit yang menyerang cabai.

Baca Juga: Saluran Irigasi di Subang Mengairi 5 Desa Sering Jebol, Petani Menduga Gagal Panen

Untuk itu pihaknya membantu dalam pengendalian inflasi, salah satunya dengan program ketahanan pangan bagi kelompok-kelompok tani. ”20 persen dana desa kami gunakan untuk ketahanan pangan yakni Rp.150.000.000.00 untuk hewan ternak dan Rp.53.000.000,00 bantuan bibit cabai. Target kami sekitar 45 hektar luasan lahan akan dibantu bibit pohon cabai,” imbuhnya.

petani asal Desa Tambakan Wayan Renasa dari Kelompok Tani Lembu Nadi (Wd https://web.whatsapp.com/)

Halaman:

Editor: Hilal Milki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jembatan baru di Bandung sudah di buka/ flyover kopo

Rabu, 28 September 2022 | 11:10 WIB

Biadab Berani Cemarkan Nama Baik LSM Ini yang terjadi

Selasa, 27 September 2022 | 22:49 WIB

Viral 5 Hal Haram Buat Kate Middleton

Selasa, 27 September 2022 | 20:27 WIB

Ajak Warga Kelurahan Triwung Lor Siap dan Tanggap Bencana

Selasa, 27 September 2022 | 20:12 WIB

Indonesia Vs Curacao, Kemenangan Mengesankan Garuda

Senin, 26 September 2022 | 12:40 WIB
X