• Minggu, 22 Mei 2022

Haul Ngunjung Buyut Cabuk yang Merupakan Tradisi Para Leluhur

- Jumat, 13 Mei 2022 | 07:52 WIB
Tradisi Ngunjung Buyut cabuk  yang di adakan oleh Wakil bupati Cirebon (Red)
Tradisi Ngunjung Buyut cabuk yang di adakan oleh Wakil bupati Cirebon (Red)

Cirebon, nuansainar.com –Tradisi Ngunjung Buyut cabuk suatu tradisi mengunjungi buyut di pemakaman dengan ritual doa. Akan tetapi, doanya sudah diganti dengan berbahasa Arab dan ada tambahan perangkat yang khusus untuk menyempurnakan ritual tersebut, Seperti dilakukannya dengan cara berjamaah bersama dengan masyarakat sekitar dan membuat nasi tumpeng, ayam bekakak serta berbagai makanan dan buah-buahan yang dibawa ke kuburan.

Baca Juga: Wakil Bupati Cirebon Berharap HIPMI Berikan Sumbangsih Ide dan Gagasan Guna Membangkitkan Perekonomian Daerah

"Pemerintah Desa Warukawung, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Ngunjung Buyut Cabuk ini merupakan tradisi untuk menghormati para leluhur yang rutin dilaksanakan setiap tahunan yang dilakukan Masyarakat Desa Warukawung,”

Acara tersebut mengundang sejumlah pejabat publik, di antaranya turut hadir wakil bupati HJ.Wahyu tjiptaningsih, camat Depok Ibu Sundari dan sejumlah pejabat lainya.

Agung selaku Kuwu Desa Warukawung mengatakan, Ngunjung buyut bisa diartikan mengunjungi atau silaturahmi kepada orang tua dari kakek nenek, atau bisa disebut nenek moyang atau sesepuh, yang tentunya bukan sembarang buyut yang akan kita kunjungi, tetapi buyut yang punya historis terhadap suatu daerah tertentu, Senin (9/05/2022).
Acara Ngunjung Buyut Cabuk ini akan dilaksanakan tiga hari berturut–turut, dari tanggal 12 sampai tanggal 15 Mei 2022.

Baca Juga: Silsilah Keraton dan Kesultanan Cirebon, Masih Ada Hubungan Sampai Nabi Muhammad SAW?

“Untuk meriahkan acara tersebut, banyak kegiatan yang akan kami selenggarakan, diantaranya arak-arakan, Sunatan massal, Santunan, Doa Bersama, dan Kirab Budaya atau Napak tilas,” jelas Agung.

Masih menurut Kuwu Agung, dalam rangka memeriahkan Ngunjung Buyut Cabuk, juga akan diadakan hiburan tari topeng dan pagelaran Wayang Kulit serta puncak acara akan diisi dengan Pengajian Umum dan Siraman.

“Dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan BPD, Karang Taruna, lembaga Desa, dan Relawan pegiat donor.

Halaman:

Editor: Hilal Milki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Taktik Sunan Gunung Jati Saat Melawan Pajajaran

Sabtu, 2 April 2022 | 18:51 WIB

Penetepan Malam Nisfu Syaaban 1443H/2022

Rabu, 16 Maret 2022 | 15:12 WIB

Doa Bersama Lintas Agama dan Budaya di Semarang

Selasa, 1 Februari 2022 | 22:51 WIB
X