• Sabtu, 22 Januari 2022

Bunga Dessri: Pengrebab Perempuan yang Dulu Di-Bully, Tapi Kini Dipuji

- Kamis, 13 Januari 2022 | 08:50 WIB
Bunga Dessri: Pengrebab Perempuan yang Dulu Di-Bully, Tapi Kini Dipuji (Ig: tintadanwarna)
Bunga Dessri: Pengrebab Perempuan yang Dulu Di-Bully, Tapi Kini Dipuji (Ig: tintadanwarna)

Hayo, wargi Bandung tahu alat musik rebab nggak? Untuk yang belum tahu, rebab adalah salah satu alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara digesek. Alat ini biasanya dimainkan dalam ansambel gamelan kiliningan dan Tembang Sunda Cianjuran. Lazimnya, rebab dimainkan oleh seorang laki-laki.

Namun, ternyata ada juga lho pengrebab perempuan. Ia adalah Bunga Dessri, atau yang akrab disapa Bunga. Perempuan asal Sumedang ini merupakan alumni jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan dan Sekolah Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Bunga pertama kali mengenal alat musik rebab ketika duduk di bangku SMA, tepatnya saat ia menjadi ketua Lises Adinira SMAN 1 Sumedang sekaligus anggota Sanggar Seni Gentra Pakuwon Sumedang. Namun ketika itu Bunga hanya baru mengenal suara dan bentuk alat musiknya saja.

Baca Juga: Ini Profil Danar Widianto, Sang Anak Senja Yang Buat Juri X-Factor Terkesima

Tapi, nyatanya bentuk dan suara itulah yang membuat Bunga jatuh hati. Ia mengaku menyukai rebab karena bentuk alat musiknya yang lucu dan unik. Selain itu, Bunga juga suka mendengar karakteristik suara rebab yang dinilainya unik dan berbeda ketika mengiringi permainan gamelan kiliningan. Bunga jatuh hati kepada rebab melalui indera penglihatan dan pendengarannya.

Namun meski mengagumi rebab sejak lama, Bunga baru mempelajarinya pada tahun 2012. Tepatnya ketika ia duduk di bangku perguruan tinggi.

“Belajar main rebab ketika masuk ke ISBI, (waktu) semester satu di mata kuliah alat gesek. Lagunya Macan Ucul,” kata Bunga, ketika diwawancarai via Whatsapp pada 10/10/22.

Baca Juga: Ramadhan Teguh Imana, Sinden Pria Berbakat dari Kabupaten Bandung

Ketika itu, Bunga mempelajari banyak teknik permainan dan ornamentasi yang membuatnya tertarik dan tertantang untuk terus mempelajarinya. Dirinya kian terpacu saat mendengar banyak asumsi yang mengatakan bahwa rebab adalah alat musik tradisional yang sulit untuk dipelajari. Rasa penasaran itu membuat Bunga memilih untuk mengambil mata kuliah spesialisasi rebab di semester selanjutnya.

Halaman:

Editor: Soni Somantri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Prahara Kerajaan Pajajaran

Jumat, 7 Januari 2022 | 16:27 WIB

Pejalanan Sunan Gunung Jati dengan Putri Ong Tien

Jumat, 7 Januari 2022 | 00:07 WIB

Sejarah Pangeran Soka Atau Syekh Magelung Sakti

Rabu, 5 Januari 2022 | 18:49 WIB

Jongos yang Malu Bertani

Senin, 3 Januari 2022 | 16:00 WIB

7 Fakta Suku Baduy, Interpretasi Ilmu Antropologi

Senin, 27 Desember 2021 | 19:50 WIB
X