• Sabtu, 22 Januari 2022

Cappadocia Sejak Zaman Paleolitik dan Pertapa Kecil Abad ke-4

- Selasa, 4 Januari 2022 | 16:59 WIB
Parodi Layangan Putus (Faisal Nugraha)
Parodi Layangan Putus (Faisal Nugraha)

Bandung, MNS-Parodi Cappadocia semakin gentar dan cetar diunggah warga net, tak sedit orang yang menjadi penasaran dengan tempat tersebut, berikut beberapa ulasan singkat Cappadocia. 4/1/2022.

60 juta tahun yang lalu bentangan indah di wilayah impian isteri mas Aris tersebut terbentuk atas vulkanik, persenggamaan antara erosi dan air menghasilkan bebatuan di sana, hingga batuan lancip di sana menjadi kontruksi bangunan.

Warlok di sana mempercayai bahwa peradaban tertera sejak zaman paleolitik dimulai pada zaman orang Het, tuan rumah perdagangan koloni pertama sepanjang sejarah dan membangun jembatan besar.

Sejarah dan juga alam di sana sangat berjalan selaras, maka siapapun yang menggemari keindahan, Cappadocia adalah hal yang tepat, bentangan batu-batu menjadi daya eksotis tersendiri. Diapit oleh 23 bentangan provinsi di Turki, yakni Kayseri, Nevsehir dan Nidge.

Baca Juga: Profil Aktris Sinetron yang Terjerat Prostitusi

Sensasi menjadi serdadu perang konstatinopel dapat kita rasakan, pasalnya di sana terdapat wisata menunggang kuda seharian penuh. Yang jelas menunggangi balon udara sambil berkhayal memberi white pada selingkuhan adalah daya tarik utama di sana.

Unesco menetapkannya sebagai warisan dunia pada tahun 1985, dan terdapat 7 bagian terpenting di dalamnya, seperti: taman nasional Goreme, kota bawah tanah Derinkuyu, kota bawah tanah Kaymakli, gereja Karlik, gereja Theodor, Kalain Kolombaria, dan situs arkeologi Sonal. Sejak itulah Cappadocia menjadi sorotan dunia akan wisatanya.

Baca Juga: Pemkab Purwakarta Mengalihkan Pembiayaan Internet Desa Dari APBD Ke Dana Desa

Dikutip dari laman website Unesco aktivitas biara di Cappaocia diperkirakan berawal dari abad ke-4, rombongan pertapa kecil dengan pemahaman idiom ajaran Basileouis Agung Uskup Kasyeri yang menghuni pahat-pahat batu.

Halaman:

Editor: Faisal Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Prahara Kerajaan Pajajaran

Jumat, 7 Januari 2022 | 16:27 WIB

Pejalanan Sunan Gunung Jati dengan Putri Ong Tien

Jumat, 7 Januari 2022 | 00:07 WIB

Sejarah Pangeran Soka Atau Syekh Magelung Sakti

Rabu, 5 Januari 2022 | 18:49 WIB

Jongos yang Malu Bertani

Senin, 3 Januari 2022 | 16:00 WIB

7 Fakta Suku Baduy, Interpretasi Ilmu Antropologi

Senin, 27 Desember 2021 | 19:50 WIB
X