Jaipongan Nuansa Patriotik Almadad, Bandit Kesenian Banten Bisa Ketar-ketir

Oleh: Faisal Nugraha

Bandung, MNS-Jaipongan kerap kali warga Jabar saksikan dalam pentas perayaan HUT-RI, apalagi setelah karya Gugum Gumbira bertadjuk Daun Pulus-Keser Bojong melejit, tak asing rasanya warga Jabar pada kesenian yang satu ini. Namun sesuai keputusan Nomor 23 Tahun 2000 usai Banten ditetapkan sebagai wilayah provinsi pemekaran, Jaipongan rasanya kurang populer di Banten.

(03/06/2021).

Kendati demikian kiranya hal itu yang membuat Jaipongan sedikit bias bagi warga Banten, akibat histori panjang kesultanan Banten yang didapuk oleh Maulana Hasanudin. Tarian-tarian di Banten cenderung meruju pada tarian-tarian bernuansa islami.

Seiring rotasi zaman para akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, seniman dan pemerintah Banten menggalakan idiom identitas kesenian Banten, mengingat bahwa Banten memiliki rentetan sejarah panjang dengan Jawa Barat tentu hal ini masih jadi perdebatan hangat yang relevan hingga masa kini, khususnya untuk wilayah kreativitas kesenian.

Mendengar kalimat “ini kesenian Banten,” dan “Ini kesenian Jabar,” rasanya makin marak dikotomi para tokoh-tokoh di Banten, sebagian ada yang berfikir demi pembangunan provinsi Banten, dan sebagian ada yang tega menjadikannya momentum kapitalisasi di pasaran seni demi kepentingan individu atau kelompok-kelompoknya.

Kiranya hal tersebut menjadi rancu, karena agak pelik menentukan identitas kesenian dalam suatu letak geografis, dikarenakan kebudayaan bersifat dinamis, dan terus mengalami perubahan sesuai arus zaman.

Perlakuan bias ini kiranya memenjarakan kreativitas para seniman-seniman Banten lainnya. Padahal bila kita tinjau ulang Jawa Barat pun mendapatkan gamelan dari kerajaan Mataram hasil ‘Ngadu Muncang’, analoginya kita memiliki pakaian namun kita enggan menggunakannya karena sibuk membidik pakaian orang lain untuk kita curi.

Dalam kesempatan berbahagia tanggal 3 Juni 2021, Haikal Fikri putra daerah Banten menampilkan karya ujian akhir daring di platform youtube. Putra daerah asli wong Serang ini menyuguhkan sajian seni yang berupaya mendobrak kreativitas baru di Tanah Jawara itu.

Mahasiswa yang kerap disapa Ikal itu menampilkan karya Jaipongan bernuansa wanita patriotik dengan properti benda ikonik Banten bernama Almadad, juga di samping itu Ikal memadukan musik Terbang Gede dengan Gamelan.

Karya tersebut kiranya mampu mendobrak kreativitas seniman Banten, ISBI Bandung memang melahirkan para seniman-seniman yang memecahkan polemik dalam konteks keilmuan sesuai dengan tugas akademisi. Indikasi seorang “ahli” tentu sangat terasa nyata dan relevan bagi mahasiswa Seni.

Ikal memang tak sendiri dalam proses perjalanan garapan tersebut ia dibantu rekannya Awang penggagas karya Mungsa yang tak kalah meledak, dan juga Akbar pengendang Wayang Golek yang digandrungi banyak wanita. Haikal tentunya jadi ancaman bagi bandit-bandit kesenian di Banten, karena garapan ini akan menghentikan pemenjaraan kreativitas seniman Banten yang sengaja dieksploitasi penguasa demi kepentingan kelompoknya.

author
No Response

Leave a reply "Jaipongan Nuansa Patriotik Almadad, Bandit Kesenian Banten Bisa Ketar-ketir"